Pencarian
Malam ini begitu sunyi ku sendiri tanpa ada yang menemani
Ingin rasanya ku pergi tuksekedar menuruti kata hati yang tak lagi ku mengerti
Entah sampai kapan rasa ini kan berahir
Ku berharap ini hanya sebuah asa
Yang tak kan pernah menjadi nyata
Demi memperjuangkan karunia sang esa
Yang bernama cinta
(Jogjakarta, 05 Mei 2008)
Tanda tanya
Bingung….
Aku bingung
Rasa rindu telah membuatku
Bingung…
Semakin yakin aku
Akan pedihnya semua ini
Tapi anehnya
Senakin aku larut menikmatinya
Tanyaku padamu Tuhan
Apakah untuk merindu,
Aku harus melupakannya?
Apakah untuk (mendapatkan) sinar,
Aku harus lewati kegelapan?
Dan
Apakah untuk sebuah kebahagiaan,
Aku harus tumpahkan air mata?
Apakah benar demikian?
Atau bagaimana?
(Jogjakarta, 18 Mei 2006)
Adakah di dalam secercah cahaya
Terdapat setitik kegelapan?
Mungkinkah aku melupakan cahaya
Dan terbenam di heningnya kegelapan itu?
Walau hanya sejenak, dan
(itu) agar aku selalu mengaharapkan cahaya
Atau mungkin terangnya cahaya memang
Akan mengantarkan pada
Sebuah kegelapan baru
Dan selanjutnya bertemu
Dengan cahaya baru dan begitu
Seterusnya…
Tanda tanya….
(Jogjakrta, 20 Agustus 2006)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
dah tnda tanya, ya tanda-tanda lain lah, temen tidurx mana?
BalasHapus